Sektor Pertambangan Kembali Bergairah di 2016
Selama beberapa tahun terakhir, sektor pertambangan jatuh sangat dalam karena harga komoditas yang sangat rendah. Ekonomi Indonesia masih bisa tumbuh tinggi, yaitu 5,02% di tengah kondisi perekonomian global yang masih lesu. Sektor pertambangan bahkan mampu untuk kembali ke jalur positif.
Salah satu penyebabnya adalah kenaikan harga komoditas Internasional. Sehingga meskipun, volume ekspor pertambangan masih stagnan, namun secara nilai sudah lebih baik. Ini membuat industri pertambangan kembali bergairah.
"2015 negatif tapi tahun ini pertambangan positif 1,06%," ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Kecuk Suhariyanto, di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (6/2/2017).
Sektor dengan pertumbuhan tertinggi adalah keuangan dan asuransi 8,90% dan informasi dan komunikasi sebesar 8,87%. Selanjutnya sektor jasa lainnya tumbuh 7,80%, transportasi dan pergudangan 7,74% dan jasa perusahaan 7,36%.
Pengadaan listrik dan gas bisa tumbuh 5,39%, konstruksi 5,22% dan jasa kesehatan dan kegiatan sosial 5%. Sektor lainnya, seperti pertanian, perdagangan, administrasi pemerintah, jasa pendidikan dan pengadaan air tumbuh 3-4%.
"Sektor perdagangan meningkat sejalan peningkatan produksi domestik, transportasi pergudangan meningkat karena pertambahan armada dan rute," jelasnya.


0 Response to "Sektor Pertambangan Kembali Bergairah di 2016"
Posting Komentar