Di Hadapan Investor, Sri Mulyani Paparkan Kondisi Ekonomi RI


Seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat, investasi baik dari dalam maupun luar negeri diharapkan juga terus tumbuh. Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, memaparkan kondisi perekonomian Indonesia di hadapan para investor dalam acara Mandiri Investment Forum (MIF) 2017. Adapun, tujuan pemaparan guna meyakinkan para investor untuk berinvestasi di Indonesia.

Sri Mulyani menuturkan, kinerja pertumbuhan ekonomi Indonesia beberapa tahun belakangan dapat dikatakan bertahan dengan baik, meskipun adanya ketidakpastian global.

"Saya akan menyampaikan ekonomi outlook Indonesia, untuk dapat menarik investasi," kata Sri Mulyandi dalam acara Mandiri Investment Forum di Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta, Rabu (8/2/2017).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengatakan, Indonesia berhasil mempertahankan kinerja yang baik dengan rata-rata pertumbuhan selama 10 tahun terakhir sebesar 5,6% atau lebih baik dibandingkan negara berkembang lainnya.

Perekonomian Indonesia masih ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang saat ini mencapai 4,9%. 

"Banyak negara terutama high middle income country, peran konsumsi menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi, begitupun Indonesia," tambahnya.

Dari permintaan investasi akan terus bertumbuh dan akan mendorong datangnya investasi baru. Dia menyebutkan, dalam 10 tahun terakhir pertumbuhan investasi Indonesia sebesar 6,8%. 

Khusus 2016, kinerja investasi Indonesia sesuai data BPS sebesar 4,5%. Pada 2017, Sri Mulyani memproyeksikan investasi tumbuh menjadi 6%.

"Butuh kerja keras, Pak Darmin katakan bahwa fokus kebijakan pemerintah adalah dorong kinerja investasi di 2017," jelasnya.

Di hadapan para investor, Sri Mulyani menjelaskan kinerja ekspor impor Indonesia yang sampai saat ini masih belum menunjukkan pertumbuhan yang baik, penyebabnya karena permintaan global masih rendah. Meski demikian, diharapkan pada 2017 kinerja ekspor nasional dapat tumbuh lebih baik dengan proyeksi pertumbuhan sebesar 0,2%. 

Begitu juga dengan impor, yang sebagian besar barang mentah diharapkan kinerja pada 2017 lebih baik meskipun global masih memberikan ketidakpastian.

Sri Mulyani mengungkapkan, dari beberapa penjelasannya mengenai perekonomian Indonesia, diharapkan para investor yang hadir dalam acara Mandiri Investment Forum 2017 dapat mencari potensi-potensi bisnis di Indonesia.

"Jadi update posisi ekonomi kita dan akan menjelaskan kerangka perekonomian agar sektor swasta bisa melihat potensi-potensi," ungkapnya.

Sri Mulyani menambahkan, potensi investasi di tahun ini masih cukup baik. Hal ini bisa dilihat dari proyeksi pertumbuhan kredit yang bisa lebih tinggi dari tahun lalu sebesar 7,87%.

"Saya rasa kalau dari investasi dari lembaga keuangan dan capital market dan non bank seperti yang disampaikan OJK mereka lebih optimistis di 2017. Sehingga kita berharap mereka bisa berkontribusi lebih banyak," kata Sri Mulyani.

Pemerataan ekonomi 

Menurut Sri Mulyani, pertumbuhan ekonomi yang merata penting guna mempertahankan kesatuan sosial dan mempertahankan pertumbuhan ekonomi jangka menengah dan panjang.

"Tidak bisa pertumbuhan ekonomi eksklusif dan hanya bermanfaat bagi segelintir orang saja, terutama 40% masyarakat terbawah. Ini bukan soal kedermawanan tapi agar pertumbuhan ekonomi bisa dilanjutkan dan dinikmati semua penduduk," tutur Sri Mulyani.

Dia menyebutkan, Sumatera, Kalimantan dan Papua yang notabene sebagai wilayah kaya akan sumber daya alam masih lebih rendah pertumbuhan ekonominya dibanding pulau Jawa.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia menyebutkan, guna menjaga perekonomian yang merata, maka pemerintah akan menjaga pertumbuhan ekonomi di beberapa sektor, seperti sektor pertambangan yang masih terkena dampak perekonomian global.

Sektor lainnya yang harus dijaga pemerintah, adalah manufaktur dan jasa. Pemerintah dalam menjaga pertumbuhan ekonomi yang merata, salah satunya dengan menerbitkan 14 paket kebijakan ekonomi, selain pemerataan pertumbuhan, kebijakan ini juga diharapkan dapat mengundang banyak investasi masuk ke Indonesia. (hns/hns)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Di Hadapan Investor, Sri Mulyani Paparkan Kondisi Ekonomi RI"

Posting Komentar