PDIP ingin menang Pilgub Papua Barat karena bersejarah bagi Megawati



Nampaknya Pilkada serentak 2017 ini akan menjadi masa Pilkada yang menarik. Pemilihan kepala daerah atau pilkada menjadikan rakyat menjadi hakim dalam memilih calon pemimpin dan pelayan terbaik bagi rakyat. PDI Perjuangan percaya kepada hal ini sehingga saatnya seluruh elemen pasangan calon yang diusung untuk turun ke bawah sehingga 15 Februari mendatang.

"Paslon yang diusung baik di Pilkada gubernur dan bupati bisa dimenangkan. Strategi terbaik memenangkan pilkada menurut PDIP melalui gotong royong," urai Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Kamis (26/1).

Pasangan calon yang diusung PDI Perjuangan di Pilgub Papua Barat Dominggus Mandacan-Mohamad Lakotani (akrab disebut DoaMu) yang mendapat nomor urut 1. Hasto menegaskan bahwa pilkada di Papua Barat sama pentingnya dengan seluruh pilkada yang akan digelar serentak. Pilkada juga diyakini sebagai momentum untuk memperkuat upaya menyejahterakan rakyat.

"Semua pilkada sama pentingnya untuk Indonesia Raya," ucap Hasto.

Dia juga memaparkan, dari sisi perspektif sejarah, Papua dan Papua Barat penting bagi PDIP. "Saat Kongres partai tahun 1993 di Sukolilo di mana partai dan Ibu Megawati Soekarnoputri menghadapi tekanan dan ancaman. Namun, putra putri dari Papua melindungi Megawati," ujar Hasto.

Dalam kesempatan itu Hasto menjelaskan sejak menjabat, Presiden Jokowi berulang kali ke Papua dan Papua Barat. Kedatangan di Bumi Papua untuk membuktikan gagasan besar Bung Karno, demi kejayaan di Tanah Papua. Bahkan menjadikan Papua titik nol baru pembangunan yang selama ini tertinggal.

Oleh karena itu, Hasto berharap dengan kemenangan paslon yang diusung PDIP dan mengingat Papua Barat merupakan provinsi baru yang membutuhkan kerjasama dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah lainnya untuk membangun kerja sama dalam rangka mendukung kemajuan Papua Barat.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "PDIP ingin menang Pilgub Papua Barat karena bersejarah bagi Megawati"

Posting Komentar