Alur Perjalanan Eks PNS Kemenkeu ke Turki untuk Gabung ISIS
Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, TUAB berangkat bersama istri dan tiga anaknya dari Bandara Seokarno-Hatta Jakarta 15 Agustus 2016. Seorang kawannya dengan inisial D menyarankan agar TUAB tidak langsung ke Turki, melainkan ke Thailand terlebih dulu.
Ini dimaksudkan agar perjalanan TUAB ke Turki tidak terdeteksi petugas. "D menyarankan untuk ke Thailand terlebih dahulu dikarenakan ditakutkan terdeteksi apabila langsung ke Turki," ujar Boy, Jumat (27/1/2017).
Selanjutnya, TUAB dan keluarga berangkat dari Thailand menuju Istanbul Turki dengan maskapai Turkey Airlines pada 19 Agustus 2016. Di Turki, dia menginap di apartemen Taksim Square Istanbul yang dipesan melalui situs Booking.com dengan durasi selama 1 minggu.
"Setelah dari Taksim Square Istanbul (apartemen) pindah ke apartemen ASENYUT selama 2 minggu, lalu paginya dijemput oleh IBNU suruhan dari AJI alias ABU JIHAD, dibawa ke safehouse di Basaksehir," ujarnya.
Baca juga: Kemenkeu: WNI yang Dideportasi Turki Mundur Sejak Februari 2016
Di safe house tersebut, mereka bertemu dengan orang Indonesia bernama Umu Urfa, Abu Musa, Abu Lutfi dari Lamongan, Nabila dan Umu ALi yang tinggal di safe house selama 3 bulan. Selama tinggal di safe house tersebut diberikan fasilitas dari Abu Yusuf (WNA Turki) utusan dari Aji alias Abu Jihad. Total TUAB berpindah lima kali selama di Turki.
"Untuk keberangkatan semua diatur oleh D dan didanai oleh TUAB sendiri, D dibiayai TUAB. TUAB menjual rumahnya," katanya.
TUAB dan 20 orang lainnya tertangkap di sebuah safe house di Istanbul, Turki pada 16 Januari 2017 sekitar pukul 03.00 sore waktu setempat.
Selanjutnya, TUAB beserta istri dan tiga anaknya deportasi ke Indonesia dengan menggunakan biaya sendiri menggunakan pesawat dengan rute Istanbul-Dubai-Denpasar, Bali.
(idh/fjp)

0 Response to "Alur Perjalanan Eks PNS Kemenkeu ke Turki untuk Gabung ISIS"
Posting Komentar